PAEDAGOGIK SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
(Silahkan copas jika diperlukan dan tinggal komentar untuk perbaikan kami)
A. Pengertian Ilmu Pengetahuan
Pentingnya kejelasan tentang pedagogik sebagai ilmu atau bukan ada dua kepentingan. Sebagai penegasan terhadap status (posisi) dan memperkuat keyakinan terhadap sifat kebenaran dan kegunaan dari sistem teori dalam pedagogik tersebut. Untuk mengawali kajian pada subbab ini, diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian ilmu.
Secara etimologis ilmu berasal dari kata alama (bahasa Arab) yang berarti tahu. George Thomas White Patrick dalam bukunya Introduction to Philosophy menyatakan bahwa dalam bahasa latin dikenal pula kata scio, scire (sebagai asal kata science) yang juga berarti tahu. Berdasarkan asal usul katanya itu, maka ilmu atau science berarti pengetahuan. Kneller (Syaripudin & Kurniasih, 2008) mengklasifikasikan pengetahuan menjadi revealed knowledge, intuitive knowledge, rational knowledge, empirical knowledge, dan authoritative knowledge; di samping ada juga yang mengklasifikasikan menjadi commonsense knowledge, scientific knowledge, philosophical knowledge, dan religious knowledge.
Secara etimologis dan secara umum istilah ilmu (sebagaimana dipahami masyarakat umum dalam kehidupan sehari-hari), maka semua pengetahuan – sebagaimana telah dikemukakan di atas – tergolong ilmu. Namun, dalam konteks studi akademik, sejak zaman modern sebagaimana dirintis oleh Francis Bacon (1560-1662), Galileo Galilei (1564-1642), Newton (1642-1727) dan lain-lain, istilah ilmu atau science telah mengalami perubahan arti. Ilmu mempunyai arti yang spesifik, yaitu hanya berkenaan dengan pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). Sebagaimana yang dikemukakan Titus et. al. (Syaripudin & Kurniasih, 2008) terdapat tiga kemungkinan penggunaan istilah ilmu (science). Pertama, istilah ilmu digunakan untuk menunjuk bodies of knowledge, misal: fisika, kimia, psikologi dan lain-lain. Kedua, istilah ilmu untuk menunjuk a body of systematic knowledge, yaitu konsep-konsep, hipotesis-hipotesi, hukum-hukum, teori-teori, dan sebagainya yang tersusun secara sistematis dan dibangun melalui kerja para ilmuwan selama bertahun-tahun. Ketiga, istilah ilmu digunakan untuk menunjuk cara kerja tertentu, yaitu scientific method atau metode ilmiah. Dari pernyataan Titus et. al. tersebut, dapat dipahami bahwa pengertian istilah ilmu pada dasarnya mempunyai dua dimensi, yaitu (1) sebagai hasil studi (sebagaimana terkandung dalam penggunaan istilah ilmu yang pertama dan kedua seperti dikemukakan Titus et. al.), dan (2) sebagai metode studi, yaitu metode ilmiah (sebagaimana yang diungkap dalam yang ketiga oleh Titus et. al.). kedua dimensi pengertian yang terkandung dalam istilah ilmu tersebut sesungguhnya tidak dapat dipisahkan, karena antara kedua-duanya berhubungan erat dalam membangun satu pengertian ilmu. Sejalan dengan hal ini Lenzen (Syaripudin & Kurniasih, 2008) menyatakan bahwa batasan ilmu menunjukkan suatu aktivitas kritis penemuan dan juga sebagai pengetahuan yang sistematis yang didasarkan kepada aktivitas kritis penemuan tersebut. Akhirnya dapat disimpulkan, bahwa dewasa ini secara operasional dan substansial istilah ilmu mengandung arti sebagai cara kerja ilmiah dan hasil kerja ilmiah. Ilmu adalah pengetahuan ilmiah yang dihasilkan melalui metode ilmiah.
Terdapat tiga syarat pokok yang harus dipenuhi oleh suatu disiplin ilmu yang otonom. Ketiga syarat yang dimaksud, yaitu;
1. Memiliki objek studi (objek formal) tersendiri yang membendakannya dari objek studi disiplin ilmu yang lainnya.
2. Metodis, yaitu menggunakan metode (metode penelitian ilmiah) tertentu yang tepat dalam rangka mempelajari objek studinya
3. Sistematis, artinya bahwa hasil studinya merupakan satu kesatuan pengetahuan mengenai objek studinya yang tersusun saling berhubungan secara terpadu.
Ada yang berpendapat bahwa selain ketiga syarat atau kriteria di atas masih terdapat satu syarat lagi yang harus dipenuhi oleh suatu disiplin ilmu yang otonom. Satu syarat yang dimaksud adalah terjadinya progres, artinya bahwa sistem pengetahuan yang dimaksud mengalami kemajuan atau terus berkembang. Namun demikian, ada pula yang menentang pendapat tersebut. Alasannya, bahwa bertambah tidaknya pengetahuan sebagai isi suatu ilmu atau maju tidaknya suatu ilmu, akan tergantung kepada ada atau tidaknya ilmuwan yang melibatkan diri untuk mengembangkan ilmu yang bersangkutan adapun hal tersebut tidak akan turut menemukan status keilmuan, melaikan hanya akan menemukan “hidup” tidaknya ilmu yang bersangkutan.
Diantara para ilmuwan telah banyak yang menyatakan bahwa pedagogik berstatus sebagai suatu ilmu yang otonom. Menurut banyak ahli, pandangan ilmiah tentang gejalan pendidikan itu (pedagogik) merupakan ilmu tersendiri, sejajar dengan ilmu-ilmu tentang humanisme (human sciences) seperti ekonomoi, hukum, sosiologi, dan sebagainya (Drikarya dalam Syaripudin & Kurniasih, 2008). Pendapat di atas dapat dikaji dengan mengacu pada tiga persyaratan (kriteria) keilmuan sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, yaitu berkenaan dengan (1) objek studinya; (2) metode studinya; dan (3) sifat sistematis dari hasil studinya.
B. Pengertian Pedagogik
Istilah pedagogik (bahasa Belanda: paedagogiek, bahasa Inggris: pedagogy) berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu paedos yang berarti anak dan agogos yang berarti mengantar, membimbing atau memimpin. Dari dua kata tersebut terbentuk beberapa istilah yang masing-masing memiliki arti tertentu. Istilah-istilah yang dimaksud yakni paedagogos, pedagogos (paedagoog atau pedagogue), paedagogia, pedagogi (paedagogie), dan pedangogik (paedagogiek). Dari kata paedos dan agogos terbentuk istilah paedagogos yang berarti seorang pelayan atau pembentu pada zaman Yunani kuno yang tugasnya mengantar dan menjemput anak majikannya ke sekolah, selain juga bertugas untuk selalu membimbing atau memimpin anak-anak majikannya. Selanjutnya terjadi perubahan istilah, yang dulunya sebagai pelayanan atau pembantu menjadi pedagog yang memiliki arti sebagai ahli didik atau pendidik. Namun secara prinsipil, bahwa dalam pendidikan anak ada kewajiban untuk membimbing hingga mencapai kedewasaan (Syaripudin & Kurniasih, 2008). Di sisi lain, ada juga paedagogia, yaitu pergaulan dengan anak-anak yang kemudian berubah menjadi paedagogie atau pedagogi yang berarti praktik pendidikan anak atau praktik mendidik anak; dan terbentuklah istilah paedagogiek atau pedagogik yang berarti ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak.Dalam beberapa literatur, ditemukan di antara pendidik dan ahli ilmu pendidikan menyatakan pedagogik sebagai ilmu pendidikan atau ilmu mendidik.
C. Pengertian Pedagogik Sebagai Ilmu Pengetahuan
Berdasarkan perspektif pengertian pendidikan secara “luas”, maka tujuan itu tidak terbatas, tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup (Mudyaharjo dalam Syaripudin & Kurniasih, 2008). Oleh karena itu, pendidikan dapat berlangsung pada tahapan anak usia dini, anak, dewasa dan bahkan tahapan usia lanjut. Mengacu pada asumsi ini, maka terdapat beberapa cabang ilmu pendidikan yang dikembangkan oleh para ahli, yaitu pedagogik, andragogi, dan gerogogi (Sudjana dalam Syaripudin & Kurniasih, 2008). Jadi, mengacu pada pengertian pendidikan dalam arti luas, yang benar dalam konteks ini, bahwa Pedagogik adalah ilmu pendidikan anak. Akan tetapi, Langeveld (Syaripudin & Kurniasih, 2008) dalam bukunya “Beknopte Theoritiche Paedagogiek” pendidikan dalam arti yang hakiki ialah proses pemberian bimbingan dan bantuan rohani kepada orang yang belum dewasa; dan mendidik adalah tindakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan adalah suatu upaya yang dilakukan secara sengaja oleh orang dewasa untuk membantu atau membimbing anak (orang yang belum dewasa) agar mencapai kedewasaan. Lanjut Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak mengenal kewibawaan. Syaratnya anak mengenal kewibawaan adalah ketika anak memiliki kemampuan dalam memahami bahasa. Oleh karena itu, batas bawah pendidikan atau pendidikan mulai berlangsung yakni ketika anak mengenal kewibawaan. Sedangkan batas atas pendidikan atau saat akhir pendidikan adalah ketika tujuan pendidikan telah tercapai, yaitu kedewasaan. Bila anak belum mengenal kewibawaan, pendidikan belum dapat dilaksanakan, dan dalam kondisi ini yang dapat dilaksanakan adalah pra-pendidikan atau pembiasaan. Dengan demikian, menurut tinjuaan pedagogik tidak ada pendidikan untuk orang dewasa, apalagi untuk manusia lanjut. Pendidikan hanyalah bagi anak. Jadi, apabila mencau pada pengertian pendidikan menurut tinjauan pedagogik, maka pernyataan “pedagogik adalah ilmu pendidikan anak” sama maknanaya dengan “pedagogik adalah ilmu pendidikan. Tetapi ketika mengacu pada pengertian pendidikan secara luas di awal, tidak benar apabila pedagogik dimaknai sebagai ilmu pendidikan.
D. Status Keilmuan Pedagogik
Diantara para ilmuwan telah banyak yang menyatakan bahwa pedagogik berstatus sebagai suatu ilmu yang otonom. Menurut banyak ahli, pandangan ilmiah tentang gejalan pendidikan itu (pedagogik) merupakan ilmu tersendiri, sejajar dengan ilmu-ilmu tentang humanisme (human sciences) seperti ekonomoi, hukum, sosiologi, dan sebagainya (Drikarya dalam Syaripudin & Kurniasih, 2008). Pendapat di atas dapat dikaji dengan mengacu pada tiga persyaratan (kriteria) keilmuan sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, yaitu berkenaan dengan (1) objek studinya; (2) metode studinya; dan (3) sifat sistematis dari hasil studinya.
Dapat dirumuskan bahwa objek studi ilmu meliputi berbagai hal sebatas yang dapat dialami manusia. Objek studi ilmu dibedakan menjadi: (1) objek material, dan (2) objek formal. Objek material adalah seseuatu yang dipelajari oleh suatu ilmu dalam wujud materinya, sedangkan objek formal adalah suatu bentuk yang khas atau spesifik dari objek material yang dipelajari oleh suatu ilmu. Setiap disiplin ilmu memiliki objek material dan objek formal tertentu. Beberapa disiplin ilmu mungkin memimiliki objek material yang berbeda, tetapi mungkin pula mempunyai objek material yang sama. Namun demikian, sebagai ilmu yang ototnom setiap ilmu harus mempunyai objek formal yang spesifik dan berbeda daripada objek formal ilmu yang lainnya. Objek meterial pedagogik adalah manusia, objek material pedagogik ini adalah sama halnya dengan objek material psikologi, sosiologi, ekonomi dan sebagainya. Namun demikian, pedagogik memiliki objke formal tersendiri, atau mempunya objek formal yang spesifik dan berbeda daripada objek formal psikologi, ekonomi dan sebagainya. Objek formal spikologi adalah proses mental dan tingkah laku manusia; objek formal ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan hidup manusia, melalui proses produksi, distribusi dan pertukaran; sedangkan objek formal pedagogik adalah “fenomena pendidikan” atau “situasi pendidikaní” (Drikarya, 1980 & Langeveld, 1980 dalam Syaripudin & Kurniasih, 2008).
Semua disiplin ilmu dalam mempelajari objek studinya tentu menggunakan metode ilmiah, demikian pula pedagogik. Dalam rangka operasinya, metode ilmiah dijabarkan ke dalam metode penelitian ilmiah. Adapun metode penelitian ilmiah tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: (1) metode penelitian kualitatif dan (2) metode penelitian kuantitatif.
Yang tergolong metode penelitian kualitatif antara lain fenomenologi, hermeneutika, dan etnometodologi, sedangkan yang tergolong metode penelitian kuantitatif antara lain metode eksperimen, metode kuasi eksperimen, metode korelasional dan sebagainya. Kelompok filsuf dan ilmuan tertentu berpendapat bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian ilmu-ilmu kemanusiaan, sedangkan metode penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmu kealaman. Sebaliknya, pada zaman keemasan sains modern (modern science), yaitu zamah keemasa ilmu-ilmu yang dilandasi filsafat positivisme dan pradigman Newtodian, ada di antara para filsuf dan ilmuan yang berpendapat bawa ilmu-ilmu kealaman maupun ilmu kemanusiaan adau ilmu sosial termasuk di dalamnya pedagogik, dalam rangka studinya seharusnya menggunakan metode kuantitatif atau metode penelitian kealaman. Menurut mereka, sesuatu “ilmu” (termasuk pedagogik) apabila tidak menggunakan metode penelitian ilmu kealaman (metode kuantitatif) maka diragukan status keilmuannya.
E. Karakteristik Keilmuan Pedagogik
Sebagaimana ilmu pada umumnya, pedagogik mempunyai fungsi tertentu. Pedagogik mempunyai lima fungsi :
1. Fungsi deskriptif dan preskriptif. Maksudnya bahwa pedagogik, selain berfungsi untuk menggambarkan atau menjelaskan mengenai apa, mengapa dan bagaimana sesunggunya pendidikan anak (deskriptif), juga berfungsi untuk memberikan petunjuk tentang siapa seharunya pendidik dan bagaimana seharusnya pendidik bertindak dalam rangka mendidik anak.
2. Fungsi memprediksi. Penggambaran atau penjelasan mengenai pendidikan anak sebagai suatu hasil studi dalma pedagogik mengimplikasikan bahwa pedagogik akan dapat memberikan prediksi-prediksi tertentu tentang apa yang mungkin terjadi dalam rangka pendidikan anak.
3. Fungsi mengontrol. Berdasarkan prediks-prediksi seperti dijelaskan di atas, maka dengan pedagogik itu dapat dilakukan kontrol (pengendalian) agar sesuatu yang baik/yang diharapkan berkenaan dengan pendidikan anak dapat terjadi, sedangkan sesuatu yang tidak baik/yang tidak diharapkan yang berkenaan dengan pendidikan anak tidak terjadi.
4. Fungsi mengembangkan. Maksudnya bahwa pedagogik mempunyai fungsi untuk melanjutkan hasil penemuan yang lalu dan berupaya untuk menghasilakan temuan-temuan yang baru.
DAFTAR PUSTAKA
Sagala, Syaiful. ( 2009) Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan
Bandung: Alfabetha. Sanjaya. 2006.
Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Pendidikan Jakarta: Kencana Penada Media. Mulyasa E., Dr., M.Pd. ( 2008 ). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Rosda Karya,.
Muslich, Masnur. 2007. KTSP:Dasar Pemahaman dan Pengembangan Jakarta: Bumi Aksara. Sabri, Alisuf. 2007. Psikologi Pendidikan Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.
Anas Sudiyono,1996. Pengantar Evaluasi Pendidikan Jakarta. Depdiknas. 2000.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Edisi Ketiga.
Yunus, abu bakar. 2009. Profesi Keguruan surabaya: IAIN Sunan Ampel.
Kementerian Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2010.
Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru). Jakarta. bermutuprofesi
ANALISIS FUNGSI
Langkah awal dalam modifikasi perilaku disebut analisis fungsi. Dalam analisis ini informasi yang relevan dikumpulkan sesuai dengan permasalahan yang akan ditangani. Ada tiga hal yang perlu diungkap dalam analisis fungsi, yaitu faktor-faktor penyumbang terjadinya perilaku, yang ”memelihara” perilaku, dan tuntutan melakukan analisis fungsi dapat digunakan formula ABC. Formula tersebut adalah:
A. (Antecedent) ialah segala hal yang mencetuskan atau menyebabkan perilaku yang dipermasalahkan. Antecedent ini berkaitan dengan situasi tertentu (bila sendiri, bila bersama teman, saat tertentu, tempat tertentu, selagi melakukan aktivitas tertentu, dan sebagainya)
B. (Behavior) ialah segala hal mengenai perilaku yang dipermasalahkan. Behavior ini dilihat dari sisi frekuensinya, intensitasnya, dan lamanya.
C. (Cosequence) ialah akibat-akibat yang diperoleh setelah perilaku itu terjadi. Konsekuensi inilah yang biasanya ’memelihara” perilaku yang menjadi masalah. Misalnya: mendapat pujian atau perhatan, peerasaan lebih tenang, bebas dari tugas, dan sebagainya.
Contoh: Seorang siswa bernama Ida suatu saat disuruh gurunya menyanyi di depan kelas”Ida silahkan sekarang kamu menyanyi di depan kelas!”. ida akhirnya menyanyi dengan suara parau dan tidak hafal syairnya, akhirnya ia mendapat celaan dari teman-temannya akhirnya Ida malu.
Dari contoh di atas sebagai antecedent (A) adalah perintah guru untuk menyanyi di depan kelas. Menyanyi dengan suara parau dan tidak lancar syairnya adalah perilaku yang tampak (B). Konsekuensinya (C) adalah malu.
Dalam analisis fungsi, perolehan informasi diarahkan dalam tiga hal tersebut. Informasi tersebut mungkin berkenaan dengan antecedentnya, mungkin berkaitan dengan perilakunya itu sendiri, atau mungkin berkaitan dengan konsekuensinya. Ketiganya mempunyai peran utama dalam memunculkan masalah dan kelak menentukan teknik pengubahan perilaku yang akan digunakan dalam mengatasi masalahnya. Kadang-kadang dari analisis fungsi ditemukan, bahwa masalah yang sebenarnya tidak sebesar seperi yang dilaporkan. Misalnya, seorang ibu yang teralu perhatian pada anak gadisnya, melaporkan bahwa anaknya terlihat sangat murung akhir-akhir ini. Ternyata kemurungan itu masih dalam taraf normal, karena antecedentnya ialah kehilangan kucing kesayangannya.
Informasi yang relevan juga memungkinkan pengungkapkan problema-problema yang mungkin harus mendapatkan prioritas penyelesaian lebih dahulu dari pada problema yang dikeluhkan. Ketepatan dalam membuat urutan penyelesaian problema akan mempermudah penyelesaian problema yang lainnya.
Setelah informasi yang relevan diperoleh, barulah diambil kesimpulan berkaitan dengan:
1. Siapa yang perlu dikenai perlakuan, dan sipakah yang perlu diikutsertakan dalam pemberian perlakuan.
2. Perilaku mana yang merupakan sasaran perubahan lebih dahulu.
3. Teknik apa yang akan digunakan.
Modifikasi perilaku memerlukan penanganan dengan perencanaan dan monitoring. Makin kritis perilaku bagi kelangsungan kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat individu, serta makin sulit berubah perilaku tersebut, maka diperlukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi makin ketat. Dalam hal ini diperlukan informasi yang akurat dalam analisis fungsi. Masalah yang ”ringan” dan tidak teralu menentukan kelangsungan kehidupan dapat diselesaikan dengan meminta klien untuk mengubah perilakunya sendiri. Cara yang sering dilakukan adalah mendorong klien secara pribadi untuk mengubah perilaku tertentu yang tidak adaptif.
selanjutnya perkuliahan E-learning menggunakan website Edmodo.com maka sebagai mahasiswi anda harus mendaftarkan diri di web tersebut dengan langkah-berikut ini:
1. buka website www.edmodo.com
2. kemudian klik tulisan student (anda harus masuk sebagai mahasiswa) teacher-student-parent )klik student saja)
3. isi daftar isian yang ada .... untuk group code isi (magufi) tanpa kurung kode itu hanya berlaku 1 kelas online yaitu kurikulum dan pembelajaran paud....sedangkan kode kelas PABK (fv656w)
4. terakhir signup....oke deh....
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN
TAMAN KANAK –KANAK
Pertemuan ke III
24 Maret 2015
A. Pengertian Kurikulum
1. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
2. Kurikulum TK adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujaun, bidang pengembangan, dan penilaian serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
B. Fungsi dan Tujuan Taman Kanak -kan ak
1. Fungsi Taman Kanak-kanak
Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membina, menumbuhkan, mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
2. Tujuan Taman Kanak-kanak
a. Membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman da tertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung-jawab.
b. Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan social peserta didik pada masa usia emas pertumbuhan dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.
c. Membantu peserta didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama dan moral, sosio-emosional kemandirian, kognitif dan bahasa, dan fisik/motorik, untuk siap memasuki pendidikan dasar.
C. Arah atau Sasaran Program Pembelajaran
Program pembelajran di TK diarahkan pada pencapaian perkembangan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan tingkat pencapaian perkembangan anak yang dikategorikan dalam kelompok umur 4 – 6 tahun sebagai acaran normative dan dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik agar siap mengikuti pendidikan pada jenjang SD, atau bentuk lain yang sederajat.
D. Prinsip Pengembangan Program Pembelajaran
Program Pembelajaran Taman Kanak-kanak dikembangkan berdasarkan prinsip- prinsip berikut :
1. Berpusat pada Potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Program pembelajaran dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan potensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung-jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan perkembangan peserta didik disesuaikan dengan potensi perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan Untuk pendidikan di TK tetap memperhatikan nilai-nilai budaya daerah dan karakter bangsa yang selaras dengan nilai-nilai agama dan moral.
2. Beragam dan Terpadu, Program pembelajaran dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah dan jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender Program pembelajran di TK harus dapat mengakomodasi pendidikan inklusi bagi anak yang berkebutuhan khusus.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, Program pembelajaran dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis dan oleh karena itu semangat dan isi program pembelajran mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan program, pembelajaran dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stskeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan, Substansi program pembelajran mencakup keseluruhan dimensi perkembangan, bidang kajian keilmuan dan b idang pengembangan yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan.
6. Belajar sepanjang hayat, Program pembelajran diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Program pembelajaran mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya Program pembelajaran di TK memotivasi dan memfasilitasi keingintahuan anak untuk mengembangkan minat belajar secara terus menerus.
7. Seimbang antara kependingan nasional dan kepentingan daerah Program pembelajran dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
E. Karakteristik Program Pembelajaran
Pengembangan program pembelajran Pendidikan Taman Kanak-kanak memiliki karakteristik sebagai berikut ;
1. Program pembelajran di Taman Kanak-kanak dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan kebutuhan terhadap kesehatan, gizi, stimulasi sosial dan kepentingan terbaik bagi anak.
2. Program pembelajaran di Taman kanak-kanak dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan karakteristik anak TK dan layanan pendidikan
3. Program pembelajran di Taman Kanak-kanak dilaksanakan berdasarkan prinsip belajar melalui bermain dengan memperhatikan perbedaan individual, minat dan kemampuan masing-masing anak, sosial budaya serta kondisi dan kebutuhan masyarakat.
F. Catatan Diskusi
(meninggalkan komentar/jawaban diskusi adalah alat record kehadiran mahasiswa)
1. Bagaimana anda memandang perubahan kurikulum di PAUD?
2. Sejauh mana urgensi perubahan kurikulum PAUD?
3. Menurut anda apa yang perlu di rumah dalam kurikulum paud; materi, metode, pendekatan? Mengapa?
Landasan dan Sejarah PABK di Indonesia
(pertemuan III) dalam e-learning
A. Landasan Yuridis
1. UUD 1945 (amandemen) Pasal 31 Ayat (1) : “Setiap warga negara berhak mendapatpendidikan” Ayat (2) : “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”
2. UU No. 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 3 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pasal 5 Ayat (1) :Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu Ayat (2) :Warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus, Ayat (3) :Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus, Ayat (4) : Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Pasal 32 Ayat (1) : Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Ayat (2) : Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.
3. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 48 • Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak. Pasal 49 • Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan
4. UU No. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat
5.Deklarasi Bandung tanggal 8-14 Agustus 2004 tentang ”Indonesia menuju Pendidikan Inklusi”, a. Menjamin setiap anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus lainnya mendapatkan kesempatan akses dalam segala aspek kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kesejahteraan, keamanan, maupun bidang lainnya, sehingga menjadi generasi penerus yang handal. b. Menjamin setiap anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus lainnya sebagai individu yang bermartabat, untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi, pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat, tanpa perlakuan diskriminatif yang merugikan eksistensi kehidupannya baik secara fisik, psikologis, ekonomis, sosiologis, hukum, politis maupun cultural. c. Menyelenggarakan dan mengembangkan pengelolaan pendidikan inklusif yang ditunjang kerja sama yang sinergis dan produktif antara pemerintah, institusi pendidikan, institusi terkait, dunia usaha dan industri, orang tua serta masyarakat. d. Menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus lainnya, sehingga memungkinkan mereka dapat mengembangkan keunikan potensinya secara optimal e. Menjamin kebebasan anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus lainnya untuk berinteraksi baik secara reaktif maupun proaktif dengan siapapun, kapanpun dan dilingkungan manapun, dengan meminimalkan hambatan f. Mempromosikan dan mensosialisasikan layanan pendidikan inklusif melalui media masa, forum ilmiah, pendidikan, pelatihan, dan lainnya secara berkesinambungan. g. Menyusun rencana aksi (action plan) dan pendanaannya untuk pemenuhan aksesibilitas fisik dan non fisik, layanan pendidikan yang berkualitas, kesehatan, rekreasi, kesejahteraan bagi semua anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus lainnya.
6. PP No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan,
7. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Depdiknas No.380 /C.66/MN/2003, 20 Januari 2003 perihal Pendidikan Inklusi bahwa di setiap Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia sekurang kurangnya harus ada 4 sekolah penyelenggara inklusi yaitu di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK masing-masing minimal satu sekolah.
8. Deklarasi Bukittinggi tahun 2005 tentang ” ”Pendidikan untuk semua” yang antara lain menyebutkan bahwa ”penyelenggaraan dan pengembangan pengelolaan pendidikan inklusi ditunjang kerjasama yang sinergis dan produktif antara pemerintah, institusi pendidikan, istitusi terkait, dunia usaha dan industri, orangtua dan masyarakat”. Sedangkan Landasan yuridis internasional penerapan pendidikan inklusif adalah:Deklarasi Salamanca (UNESCO, 1994) oleh para menteri pendidikan se dunia. Deklarasi ini sebenarnya penagasan kembali atas Deklarasi PBB tentang HAM tahun 1948 dan berbagai deklarasi lajutan yang berujung pada Peraturan Standar PBB tahun 1993 tentang kesempatan yang sama bagi individu berkelainan memperoleh pendidikan sebagai bagian integral dari system pendidikan ada. Deklarasi Salamanca menekankan bahwa selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka. B. Landasan Empiris Penelitian tentang inklusi telah banyak dilakukan di negara-negara barat sejak 1980-an, namun penelitian yang berskala besar dipelopori oleh the National Academy of Sciences (Amerika Serikat). Hasilnya menunjukkan bahwa klasifikasi dan penempatan anak berkelainan di sekolah, kelas atau tempat khusus tidak efektif dan diskriminatif. Layanan ini merekomendasikan agar pendidikan khusus secara segregatif hanya diberikan terbatas berdasarkan hasil identifikasi yang tepat (Heller, Holtzman & Messick, 1982). Beberapa pakar bahkan mengemukakan bahwa sangat sulit untuk melakukan identifikasi dan penempatan anak berkelainan secara tepat, karena karakteristik mereka yang sangat heterogen (Baker, Wang, dan Walberg, 1994/1995). Beberapa peneliti kemudian melakukan metaanalisis (analisis lanjut) atas hasil banyak penelitian sejenis. Hasil analisis yang dilakukan oleh Carlberg dan Kavale (1980) terhadap 50 buah penelitian, Wang dan Baker (1985/1986) terhadap 11 buah penelitian, dan Baker (1994) terhadap 13 buah penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif berdampak positif, baik terhadap perkembangan akademik maupun sosial anak berkelainan dan teman sebayanya. D. Landasan Filosofis Landasan filosofis utama penerapan pendidikan inklusif di Indonesia adalah Pancasila yang merupakan lima pilar sekaligus cita-cita yang didirikan atas fondasi yang lebih mendasar lagi, yang disebut Bhineka Tunggal Ika (Mulyono Abdulrahman, 2003). Filsafat ini sebagai wujud pengakuan kebinekaan manusia, baik kebinekaan vertical maupun horizontal, yang mengemban misi tunggal sebagai umat Tuhan di bumi. Kebinekaan vertical ditandai dengan perbedaan kecerdasan, kekuatan fisik, kemampuan finansial, kepangkatan, kemampuan pengendalian diri, dsb. Sedangkan kebinekaan horizontal diwarnai dengan perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, budaya, agama, tempat tinggal, daerah, afiliasi politik, dsb. Karena berbagai keberagaman namun dengan kesamaan misi yang diemban di bumi ini, misi, menjadi kewajuban untuk membangun kebersamaan dan interaksi dilandasi dengan saling membutuhkan. D. Landasan Pedagogis Pada pasal 3 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003, disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, nerilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis dan bertanggungjawab.Jadi, melalui pendidikan, peserta didik berkelainan dibentuk menjadi warganegara yang demokratis dan bertanggungjawab, yaitu individu yang mampu menghargai perbedaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. Tujuan ini mustahil tercapai jika sejak awal mereka diisolasikan dari teman sebayanya di sekolah-sekolah khusus. Betapapun kecilnya, mereka harus diberi kesempatan bersama teman sebayanya.
Sejarah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
A. Sejarah Pendidikan ABK
Pendidikan khusus tumbuh dari satu kesadaran awal bahwa beberapa anak membutuhkan sejenis pendidikan yang berbeda dari pendidikan tipikal atau biasa agar dapat mencapai potensi mereka. Akar dari kesadaran ini dapat ditelusuri di Eropa pada tahun 1700-an ketika para pionir tertentu mulai membuat upaya-upaya terpisah untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Salah satu upaya tersebut dengan mendirikan lembaga-lembaga residensial yang didirikan di Amerika Serikat untuk mengajar penyandang cacat terbanyak di awal 1800-an. Hal ini membuat Amerika Serikat menjadi negara yang memimpin negara-negara lain dalam pengembangan pendidikan khusus di seluruh dunia. Pengenalan yang perlahan-lahan terhadap pendidikan khusus sebagai sebuah profesi yang membutuhkan keahlian telah merangsang perkembangan bidang ini. Sehingga organisasi-organisasi profesi dan kelompok-kelompok pendukung mulai didirikan dan menjadi kekuatan yang dahsyat di belakang banyaknya perubahan yang mengakar dan memberikan kekuatan munculnya layanan-layanan pendidikan khusus.
Setiap negarapun mulai menyediakan jenis layanan yang berbeda dengan Negara lainnya yang didasarkan pada sumber daya keuangan Negara bersangkutan. Pengadaan pendidikan khusus ini akan terus menarik perhatian dari para pembuat kebijakan, orang tua, pendidik, kelompok-kelompok pendukung akan terus berupaya mandapatkan mandate guna menjamin terlaksananya pengadaan tersebut.
Dewasa ini, peran lembaga pendidikan sangat menunjang tumbuh kembang dalam mengolah system maupun cara bergaul dengan orang lain. Selain itu lembaga pendidikan tidak hanya sebatas wahana untuk system bekal ilmu pengetahuan, namun juga sebagai lembaga yang dapat member skill atau bekal untuk hidup yang nanti diharapkan dapat bermanfaat dalam masyarakat.
Sementara itu, lembaga pendidikan tidak hanya ditunjukkan kepada ank yang memiliki kelengkapan fisik saja, tapi juga anak-anak keterbelakangan mental. Pada dasarnya pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak-anak pada umumnya.
B. Sejarah Perkembangan Pendidikan ABK
Para ahli sejarah pendidikan biasanya menggambarkan mulainya pendidikan luar biasa pada akhir abad ke 18 atau awal abad ke 19. Di Indonesia di mulai ketika Belanda masuk ke Indonesia (1596-1942), dimana dengan memperkenalkan system persekolahan dengan orientasi barat, untuk pendidikan bagi anak penyandang cacat dibuka lembaga-lembaga khusus. Lembaga pertama untuk anak tunanetra, tunagrahita tahun 1927 dan untuk tunarungu tahun 1930 yang ketiganya terletak di Kota Bandung.
Tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI mengundang-undangkan tentang pendidikan. Undang-undang tersebut menyebutkan pendidikan dan pengajaran luar biasa diberikan dengan khusus untuk mereka yang membutuhkan (pasal 6 ayat 2) dan untuk itu anak-anak tersebut berhak dan diwajibkan belajar di sekolah sedikitnya 6 tahun (pasal 8). Dengan ini dapat dinyatakan berlakunya undang-undang tersebut maka sekolah-sekolah baru yang khusus bagi anak-anak penyandang cacat, termasuk untuk anak tunadaksa dan tunalaras yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Berdasarkan urutan berdirinya SLB pertama untuk masing-masing kategori kecacatan SLB dikelompokkan menjadi:
1. SLB A untuk anak tunanetra
2. SLB B untuk anak tunarungu
3. SLB C untuk anak tunagrahita
4. SLB D untuk anak tunadaksa
5. SLB E untuk anak tunalaras
6. SLB F untuk anak tunaganda
bahan diskusi adalah: (tinggalkan komentar anda sebagai bentuk record kehadiran kuliah)
1. bagaimana anda melihat landasan dasar penyenggaraan PABK dengan kontek kekinian!
2. bagaimana anda mengkritisi komitmen pemerintah melalui landasan dasar PABK!
2. sejauhmana urgensi pendidikan anak berkebutuhan khusus menurut anda?
CATATAN HARIAN SEBUAH NOKIA 1600
Oleh: Joe
(cerita lama yang belum terpublikasi)
Aku adalah sebuah HP Nokia murahan bertype N1600 berwarna hitam, memang sih saat ini aku bukanlah type yang diburu dan dicarikan oleh orang-orang tapi aku rela karena suadara-saudara nokiaku yang lain telah keluar mereka adalah genarasi-genersi yang canggih dalam keluargaku, generasi-generasi communicator dan touch screen, kamu pasti tau dech karena mereka terkenal banget, jadi yang merasa sudah tua harus merasa diri dan tidak kecewa kalau ada yang datang hanya basa basi menanyakan berapa kami bisa didapatkan
Oya aku terlahir melalui sebuah research yang panjang di sebuah pabrik resmi Nokia di bilangan Jakarta, begitu terlahir aku langsung di oper ke sebuah counter SAA yang bertempat di kota Ponorogo yang terkenal dengan julukan kota Reog, aku sich hanya tahu sekilas itupun menguping pembicaran, seseorang yang berbasa-basi menyakan berapa harga jualku walaupun lagi-lagi aku kurang yakin kalau aku akan kepilih, makanya kalau ada yang bertanya dari mana aku berasal? Aku hanya bisa menjawab Jakarta tanpa tau Jakarta itu apa, kayak kemarin ketika aku ditanya sama siemens yang suaranya nyaring itu lho..eh aku malah diketawain soalnya ketika dia nanya-nanya soal Jakarta aku ndak bisa jawab gitu, biasanya kalau sudah suntuk, aku gunakan waktuku tuk nulis catatan harianku di sebuah diari yang diberikan temanku Soni Erikson ketika ada seseorang yang menjempuntnya, padahal dia itu baik banget lho sama aku, dan inilah goresan catatanku karena aku ingin ada yang tau perjalanan hidupku
Senin, 07 Mai 2007
Hari ini tak terasa sudah dua bulan lebih aku menetap di counter SAA Cellular, hari-haruku sungguh membosankan, tiap hari hanya melihat orang-orang yang silih berganti datang dan pergi yang entah apa tujuannya yang jelas belum ada tanda-tanda aku akan berpindah tangan, mungkin juga pemilik counter sudah bosan juga melihatku yang belum laku-laku juga, padahal teman-teman dan saurdaraku telah silih berganti datang dan pergi, kayak lagu aja ya? Tapi siapa ya penyanyinya? Tapi ini membuatku banyak waktu untuk menulis di diaryku, kan kalau udah pindah tangan aku ada kewajiban tuk mengabdi dan memberikan pelayanan bagi majikanku.
Hari ini tepat jam, 11.25 WIB ada yang datang ketempatku …dia bersama dengan temannya yang dia panggil dengan sebutan “Nal” tapi entahlah aku juga kurang jelas diakan sibuk ngomong sama pemilik counter, ..mungkin dia tidak datang untukku, eh tapi..dia tadi menanyakan kakakku Nokia 3015, itu artinya aku ada peluang, untung aja kakakku tidak ada karena memang type tidak diproduksi lagi, mungkin di pasar tidak dicari lagi, ahirnya pemilik counter menawarkanku ah..mungkin inilah saatku berpindah tangan memulai pengabdian pada kempentingan majikanku yang jelas sekarang aku harus memperikan kesan yang baik padahal aku emang baik lho.
Alhamdulillah aku tidak henti-hentinya bersyukur karena aku kini telah berpindah tangan hal itu ku ketahui kepastiannya ketika pemilik counter menulis nokta pembayaran Rp.460.000 harga yang sangat murahkan?, majikanku bekulit putih, gemuk oya.. berjenggot ihhhh serem jangan-jangan ntar aku dipakai untuk kegiatan yang ndak-ndak lagi…kayak teroris gitu, yang sering meneror-neror tapi mudah-mudahan saja aku dapat bermamfaat dalam hal kebaikan buat majikanku, oya dia dipanggil oleh teman-temannya dengan sebutan Joe simple ya….berlahan tapi pasti aku meninggalkan counter yang sudah ku tempati selama dua bulan, menuju tempat baru yang asing bagiku, dan tak lupa juga aku ucapkan selamat tinggal buat teman-teman yang banyak menghiburku di kala suka maupun duka, saat ini aku berada di mobil kijang hijau yang membawaku dan majikanku ke tempatnya, yang jelas aku yakin kalau itu bukan mobilnya, karena tadi sebelum masuk kemobil aku sempat melirik sebentar mobilnya ada tulisan ISID Gontor, ihhh jangan di santri gontor atau ada hubungan dengan gontor, aku tahu sedikit tentang itu karena kebanyakan yang datang tempatku dulu adalah dari gontor walaupu sebagi mereka malu-malu mengakuinya tapi tetep aja orang-orang pada mengenal mereka, kan mereka emang beda gitu, rapi dan potongan rambutnya itu lho yang bikin kita pada mengenal mereka rambut pendek rapid an mereka sopan-sopan lho.
Ah…..akhirnya sampai juga sesuai dengan dugaanku kalau kalau dia ada hungan dengan Gontor, kami bergegas keluar dari mobil sementar “Nal” memarkirkan mobil di garasi. Berlahan tapi pasti aku dikeluarkan dari tempatku mungkin masih baru ya jadi biar ndak tergores gitu dan majikanku mulai membaca buku book guide yang tersedia mungkin dia tidak mau salah dalam mengoperasikanku, aku sangat terkesan dengan carannya memperlakukanku sangan lembut tapi, kok aku tidak dimasukkan kartu? Padahal yang terpenting kedua selain HP adalah kartunya atau dia ingin membaca book guide sepuas-puasnya dulu.
Kok yang dimasukkan kartu second simpati extra sich ndak kartu utama? Apa memang aku sebagai HP pelengkap, oya sebelumnya majikanku telah memiliki HP Nokia 3015 dengan kartu xl jempol yang ia gunakan, tapi aku bertekad akan mengabdi sebaiknya, hari itupun berlalu sedangkan aku hanya dipegang dan diotak-atik saja, oya malamnya aku dicharger sekitar jam 22.04 gitu mungkin untuk mengisi batraiku dulu sebelum aku siap digunaka seutuhnya.
Selasa, 08 Mei 2007
Ih dingin banget…beda sekali dengan counter tempatku dulu, kalau di sana malam-malam kita masih berda di kardus kita masing-masing hanya lampu saja yang dimatikan dan penjaganya juga ada jadi kita aman, mungkin pemilik counter juga takut kecurian kayak dulu, aku takut banget kalau aku yang diambil eh yang malingnya ngerti HP jadi yang diambil bukan aku tapi adik-adikku keluaran terbaru yang menurut mereka lebih cepat laku di pasaran gitu. Aku mulai membuka mataku dan berdoa atas nikmat hidup yang Dia berikan kepadaku, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari depan lebih baik dari hari ini karena aku tidak mau menjadi orang yang merugi. Sebenarnya hari ini aku mau bersama joe, hampir lupa aku panggil dia Dang joe aneh ya? tapi itu panggilan kesukaannya, dang artinya kakak dalam bahasa rejang Bengkulu yang menjadi sukunya, dia belum menikah karena masih pengabdian di PP. Gontor, ah…aku jadi pengen menjodohkannya kepada majikan perempuan temanku yang lain, kan ada haditsnya “barang siapa yang bisa menjodohkan orang akan dibangunkan baginya sebuah rumah di sorga” kan lamayan dapat kamplingan di sorga kelak he..he..he, bersama biar saling memahami dan saling mengenal kan kata orang “tidak kenal maka tak sanyang” trus kalau dia ndak kenal dan sayang, buat apa aku dibelikan, tapi ternyata hari ini aku harus kecewa katanya dia ada jadwal ngajar santri gitu, aku sich maklum soalnya udah kelihatan dari penampilannya dia rapi pakai baju dan dasi biru yang menjadi warna kesukaannya, kecewa tapi aku senang seoalnya sebelum berangkat mengajar dia sempatkan tuk menyimpanku di kardus tempatku dan dimasukkannya di lemarinya, eh tau ndak lemarinya rapi tapi ndak ada wangi-wangiannya, tapi maklum juga sich diakan cowok gitu lho. Aku pernah nanya sama kakakku Nokia 3015 kalau Dang Joe ngajar di mana? Dia bilang di Gontor tapi tepat dia ndak tahu, soalnya dia juga tidak tahu dan belum pernah di bawa ke sana ketika mengajar, kakakku pernah protes tapi jawabnya kalau sedang jadwal ngajar waktunya hanya untuk KMI apa lagi tuch? Kulliatul Mu’alliminal Al-Islamiya nama tinggkat pendidikan yang ada di Pesantren Gontor, selain itu waktunya hanya untuk santri jadi tidak ada waktu untuk yang lain termasuk orang-arang yang mungkin menghubunginya karena dia juga sebagai sekretaris Fakultas Tarbiyah ISID Gontor, akhirnya ku memahami kenapa dia tidak mau membawa ku oya salah kami, soalnya aku dan kakakku.
Sepanjang hari aku menunggu kedatangannya, baru jam 13.00 WIB dia kembali lama juga ya…emang ngajar berapa kelas sich? Katanya empat kelas…pantesan lama baru pulang, trus pulangnya harus nunggu teman-teman yang lain, begitu pulang dia ndak sholat dulu aku sempat protes sama dia , tapi dia bilang udah sholat dulu di Azhar , Azhar di Mesir itu? Bukan ternyata gedung azhar di Gontor, oo..terpaksa aku sholat sendiri padahal aku pengen banget jadi makmumnya dia, sisa hari ini dia gunakan bersamaku…aku seneng banget tapi kasihan kakakku Nokia 3015 jadi jealous baget sama aku…he..he..oya tadi juga dia beli pulsa tuk kartuku katanya ada bonus kan baru isi pertama jadi bonus pulsanya RP.10.000, aku seneng jadi aku tidak merasa dinomer duakan lagi. Sore itu kami bersama hingga dia menjelang magrib diapun pamit kata mau ke mesjid..ih seneng banget punya Dang Joe yang sangat perhatian.
Malam ini dia selalu melirik jam kayaknya ada yang ditunggu, ketika aku Tanya emang iya ternyata, dia nunggu jam 23.00 WIB katanya mau nelpon tapi dia belum bilang siapa gitu? Yang jelas tadi Dia tadi telah memasukkan beberapa nomer yang disimpan padaku bukan pada kartuku, ada nomer xl jempolnya, nomer atas nama Elda, sapa tuch? Dia ndak mau menjawab hanya senyum aja, ih..sebel dan beberapa nomer HP keluarganya yang dia tahu, tepat jam 23.05 dia mencoba menghunbungi Elda tentunya aku yang dipakai dan inilah pengabdianku yang pertama tapi sanyang satu kali deal belum bisa masuk, dua kali deal belum juga masuk aku sempat ndak enak sama dia, baru deal yang ketiga masuk, Wa’alaikum salam jawab suara lembut di seberang sana, ihh ternyata cewek dan merekapun mulai bertengur sama, akupun tetap memberikan pelyanan terbaikku…tapi….bentar..bentar kok mereka ngomongin aku sich “Kemaren kakak udah beli HP murah sich, tapi bagus mungkin besok baru mau dikirim” kalimat pertama membuatku senang, kalimat selanjutnya membuatku tersanjung tapi kalimat terakhir membuatku terhempas, aku baru sadar aku bukalah untuknya, tapi untuk siapa? Untuk orang yang barusan nerima telpon? Kan dia udah punya HP atau dia tadi nelpon ke orang lain baru dia nerima, yang jelas ini membuatku gelisah karena aku telah merasa nyaman bersamanya, akhirnya aku putuskan untuk terus menguping pembicaraan mereka walaupun sebenarnya itu ndak boleh lho…“sebenarnya kakak beliin mereka biar kakak merasa dekat dengan mereka, selama ini kasihan kalau mau nelpon, ngebel rumah orang dulu, nitip pesen ntar malam baru nelpon itupun sebatas Bapak aja soalnya kalau Mak juga ikut dia sering nangis kalau nerima telepon dari kakak mungkin dia kangen gitu” aku tetap merasa kecewa walau aku mulai memahami kalau tujuannya membeli HP mulia banget karena dia ingin selalu dekat dengan keluarganya, ingin selalu mendapat ridha orang tuanya yang telah dia tinggalkan kurang lebih 13,5 tahun waktu yang lama memang , akhirnya teleponpun terputus karena pulsa kartuku telah habis, dia tidak sempat mengucapkan salam karena keburu habis tapi dia seneng telah bercerita, dia langsung tidur begitu selesai nelpon karena jarum jam telah menunjukkan pukul 00.17 WIB, aku sempat nanya kok ndak belajar dulu? Dia bilang kuliah udah selesai akhir 2005 kemarin dan sekarang sedang menunggu panggilan untuk studi lanjut ke program pascasarjana, dia udah beberapa kali ngirim aplikasi beasiswa pascasarjana tapi belum ada panggilan juga, dalam hati kecilku berdo’a semoga dia mendapatkan apa yang dia inginkan ,malampun beranjak diapun tertidur, tak terasa matakupun mulai terasa meredup dan akhirnya akupun tidak ingat apa-apa lagi
Rabu, 09 Mei 2007
Alhamdulillah hari ini aku merasa jauh lebih baik dari hari kemarin walaupun aku tahu kebersamaanku dengannya mungkin tidak akan lama lagi, ketika bangun aku tidak menemukan dia lagi di sampingku, apa dia sibuk ya? Padahal hari ini jadwalnya piket kantor ISID Gontor, akupun menunggu-nunggu cemas apa yang akan terjadi selanjutnya apakah hari ini aku akan dikirimkan atau masih menunggu lagi, sekitar jam 06.40 WIB dia datang, ternyata dia tadi dari kantor Dekan Fakultas Tarbiyah yang menjadi kantornya selama ini dengan secarik kertas prin-prinan di tangannya yang ternyata adalah surat pendek pengantar dan penjelasan tentang apa yang akan dikirimnya, aku merasa waktuku telah tiba untuk berpisah dengannya”Ya Allah kuat kan hatiku untuk berpisah dengannya” diapun sibuk membungkus apa yang mau dia kirim ternyata bukan hanya aku yang dia kirim ada buku kun fayakun, tafsir juz amma juga buku-buku fiqh dasar, aliran-aliran sesat di Indonesia, buku tajwid dan lain-lain dech pokonya banyak trus aku yang terakhir dia masukkan, sebelum dia masukkan aku, aku dinonaktifkan kemudian kartuku dilepas dan dimasukkan pada tempat kartu dan ditutupi dengan secarik kertas surat untuk orang tuanya tersayang, aku bisa menduga kalau keluarganya akan bahagia kalau mereka tahu kalau yang dikirim adalah aku, dasar GR ya… tapi bener kok, aku juga bangga karena akan menjadi bagian terpenting keluarga mereka. Jam 09.03 aku dianterkan ke Kantor post yang akan mengirimku ke tempat keluarganya berada selanjutnya aku tidak tahu apa-apa lagi soalnya hanya kegelapan yang menemaniku, yang jelas aku sedang dalam perjalan menuju keluarganya di Bengkulu
Senin, 14 Mei 2007
Uahhhhhhhhhhhhh samara-samar aku melihat kegembiraan di wajah mereka, inilah keluarganya, ada Dang Jum, Dang Fiz ,ada Bak ada Mak juga di tengah-tengah mereka. Aku tidak tahu berapa lama aku di perjalanan, yang jelas sejak aku masuk ke kantor post di ponorogo aku sudah tidak ingat apa-apa karena kegelapanlah yang menyelimutiku, jadi aku tidur aja daripada kesel sendiri, ternyata hari ini udah 14 Mei 2007 jadi aku di perjalanan lima hari lama juga ya, sebenarnya begitu sampai mereka ingin langsung menelpon Dang Joe tapi karena belum ada yang bisa menggunakannya jadi yah…ndak jadi gitu, mulailah aku bersama keluarga ini, rumahnya besar tapi sangat sederhana oya..tadi aku melhat poto Dang Joe wisuda terpampang di dinding ruang tamu, tapi ndak ada poto yang lain ya? Apa memang yang baru wisuda hanya Dang Joe saja? Ah apa perduliku yang jelas sekarang aku bersama mereka dan aku akan memberikan pengabdian terbaikku sebagimana yang pernah aku berikan kepada Dang Joe, semua gembira hanya Mak saja yang merasa kawatir karena ia merisaukan berapa bayak uang yang dihabiskan oleh anaknya untuk membeli sebuah HP.
Selasa, 15 Mei 2007
Hari ini kabar keluarga tentang Dang Joe mempunyai HP baru menyebar ke seluruh tetangganya, akhirnya mereka pada datang tuk sekedar melihatku ah…jadi selebritis mendadak nich dan memuji Dang Joe karena dianggap telah berhasil karena udah membeli HP untuk keluarganya tapi di antara mata-mata itu dan tatapannya aku melihat ada kecemburuan ada rasa iri, ah dasar orang desa “Wongdeso” kalau kata mas Tukul pembawa acara Empat Mata. Padahal HP itu dibeli dari tabungan Dang Joe semata-mata karena pengen dekat dengan keluarganya, malemnya kali pertama aku dapet telpon ternyata yang menelpon adalah Dang Joe dari ISID menanyakan kirimannya datang jam berapa dan sedikit permintaan kalau ada yang nanya jangan kasih tahu dia yang mengirimkan, dia berbicara kepada seluruh keluarganya dari Bak, Mak, Dang Jum, juga sibungsu Dang Fiz, malam itu pun berlalu dan aku senang karena karena mereka seneng ya keluarga sederhana yang penuh kehangatan.
Rabu, 23 Mei 2007
Alhamdulillah kata itu keluar dari bibirku sebagai tanda rasa syukurku karena hingga saat ini aku masih dalam keadaan sehat begitu juga dengan keluarga ini, berarti satu minggu sudah aku resmi menjadi bagian keluarga ini, tidak ada yang berubah dari mereka kasih sayang mereka, perhatian mereka juga cinta mereka padaku, kalau ada yang berubah adalah pola hidup orang-orang sekitarnya yang mulai menganggap kalau HP sudah menjadi kebutuhan utama padahal mereka juga bingung ketika membeli HP mau nelepon ke mana? Belum lagi harga pulsanya yang mahal tau sendiri Bengkulu minimal Rp.4000 lebih mahal dari harga rata-rata, inilah yang mulai mengusik ketenanganku sungguh bukan karena aku cemburu akan dapat saingan gitu tapi aku tidak mau menjadi yang disalahkan karena perubahan pola hidup hedonisme ini, aku tidak mau penyebab para orangtua pada mengeluh karena anaknya memaksa tuk dibelikan HP, senin kemarin Adit beli HP Nokian 6300 trus selasa kemaren giliran Malik yang beli Soni erikson berkamera, besok Yopi yang mau beli HP Nokia pakai kamera trus…lusa lusa siapa lagi yang akan menghamburkan uang demi seuatu yang tidak perlu.
Kamis, 24 Mei 2007
Hari ini kegelisahanku menjadi saat melihat temen-temen Dang Jum yang datang ke rumah yang kesemuanya memamerkan HP padahal aku tahu persis bagaimana rumah dan ekonomi mereka, karena aku pernah di ajak Dang Jum ke rumah mereka gitu, tapi sekarang mereka udah metantang-metenteng memamerkan HP yang mereka miliki padahal mereka belum membutuhkan, mau menghubungi keluarga…keluarganya tidak ada yang jauh semuanya masih tinggal satu rumah, aku merasa semakin berdosa nich…dalam diamku berdo’a semoga apa yang mereka lakukan bukan karenaku…bukankah sebenarnya mereka masih memiliki kebutuhan lain yang lebih mendesak dari pada sekedar sebuah HP, aku jadi berandai-andai, andai saja aku tetap bersama Dang Joe mungkin tidak akan terjadi seperti ini, apa lagi pemikiran orang desa keluarga Dang Joe aja yang miskin bisa membeli HP apalagi mereka yang sedikit lebih berada dari keluarga Dang Joe.
Minggu, 27 Mei 2007
Huh rasanya aku tidak kuat lagi menjalani hidup ini karena semakin hari aku merasa semakin berdosa dan penumpukan dosa ini terasa menyesakkan dadaku, yang entah kapan berakhir, akhirnya demam HP melanda Desa Taba Sating, semua orang terutama anak mudah hampir dipastikan memiliki HP entah itu bagaimana cara untuk mendapatkannya, sampai petugas mesjid harus menambahkan item pengumumannya sebelum dimulai sholat jum’at “bagi yang membawa alat komunikasi selama berlangsungnya ibadah sholat jum’at agar dapat disesuaikan” demikian kira-kira bunyi pengumuman dari takmir mesjid, pergi jum’at saja mereka masih membawa HP seakan-akan tidak ingin terlepas satupun peluang bisnis, padahal ya..tiap hari kerjaan merekakan ke sawah atau ke kebun itu bagi yang rajin tapi kebanyakan dari mereka hanya makan tidur di rumah saja, padahal kalau akukan memang untuk komunikasi Dang Joe dengan keluarganya.
Senin, 28 Mei 2007
Ihhhhh kesel banget hari ini Dang Jum dan Aku dimaki sama ibunya Deni katanya gara-gara deni ngelihat Dang Jum bawa aku anaknya jadi mogok sekolah sampai dibelikan HP sama ibunya, duch Allah dosa apa lagi, dulu ketika pertama kali dibeli oleh Dang Joe aku seneng baget apalagi kemudian aku tahu kalau aku diperuntukkan keluarganya yang berada jauh darinya aku bertambah senang lagi, makanya hari ini aku mengikuti Dang Jum kerja dengan malesan karena masih merasa gimana gitu, kebetulan Dang Jum mulai kerja (nukang) membangun perumah rumah sakit di Curup ada bayak, oya aku lebih banyak bersama Dang Jum daripada yang lain, tapi kalau Dang Joe nelepon mau berbicara sama Bak dan Mak gimana? Ah ntar itukan urusan Dang Jum yang jawab. Malam ini aku tidur menjelang pagi dini hari banyak hal yang berkelebat dalam benakku seakan-akan membawaku ke masa-masa awalku, ketika bersama Dang Joe, dikirim ke Bengkulu, lalu berada di keluarga tengah keluarga yang penuh dengan cinta, kemudian perubahan pola hidup warga desa, dan aku semakin merasa bersalah sebelum tidur aku telah bertekad untuk mengakhiri rasa bersalah ini entah bagaimana caranya.
Sabtu, 02 Juni 2007
Hari ini, hari kenam Dang Jum kerja di sini, sementara pikiran semakin kacau hingga akhirnya kesempatan itu tiba, ketika Dang Jum mengantongiku untuk memulai kerja di pagi itu, pada saat dia lengah dengan berlinang air mata ku menjatuhkan diriku, karena aku tidak tahu lagi apa yang harus ku perbuat, aku pernah mencoba mogok bersama teman-temen Nokia, Siemen juga Soni Erikson tapi itu tidak berhasil, kami memang benda apa lagi wujud kami sebagi sebuah HP yang memang berfungsi sebagai pelayan dalam berkomunikasi, tapi kami tidak mau menjadi penyebab menjeritnya oang tua karena anak memaksa untuk di belikanHP, kamu juga tidak amau dijadikan gaya hidup seseorang yang mernurut kami belum membutuhkan layanan kami, kami juga tidak rela kami kalau dijadikan sarana untuk menyombongkan diri bukankah yang layak menyombongkan diri adalah Allah yang menciptakan kita, sayup-sayup ku mendengar langkah Dang Jum dengan tergesa-gesa mengambilku kembali dan mengusap wajahku dengan lembut, dengan penglihatan kabur aku masih melihat wajah pucat Dang Jum karena karena takut disalahkan telah menjatuhkanku, jauh dalam lubuk hatiku aku berdoa semoga tidak ada yang disalahkan dalamkejadian ini

